Senin, 17 Maret 2014

AGAMA, Kampus Islam Harus Jadi Jendela Indonesia


Kampus Islam Harus Jadi Jendela Indonesia

Senin, 17 Maret 2014 22:13 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Ilustrasi: Umat Islam Indonesia mengikuti salat Idul Adha. (Foto: dok. Okezone) Ilustrasi: Umat Islam Indonesia mengikuti salat Idul Adha. (Foto: dok. Okezone)  
JAKARTA - Tidak hanya mengajar di kelas, dosen juga seyogianya aktif meneliti dan mempublikasikan karya ilmiah. Akan lebih baik lagi jika mereka mampu mempresentasikan karya ilmiah tersebut di forum-forum internasional.


Inilah yang menjadi fokus pendampingan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama terhadap para dosen. Selain program 1.000 doktor, mereka juga berupaya melibatkan para dosen perguruan tinggi agama Islam, baik negeri maupun swasta, untuk aktif dalam berbagai forum dunia.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Dede Rosyada, pihaknya akan membantu para dosen dengan karya berkualitas untuk mempresentasikan gagasan mereka dalam forum-forum internasional tersebut.

"Transportasi, penginapan dan lain sebagainya, kami yang memfasilitasi. Dan bagi dosen yang mampu terlibat, akan kami beri penghargaan," kata Dede, seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Senin (17/3/2014).

Tidak hanya itu, Kemenag juga memiliki visi untuk menempatkan "Indonesian Corner" di kampus-kampus luar negeri. Melalui Indonesian Corner, masyarakat dunia bisa belajar tentang budaya dan keislaman Indonesia dengan menyimak berbagai riset dan karya ilmiah para civitas akademika perguruan tinggi agama Islam Tanah Air. Dede mengaku siap membantu proses pengeditan, alih bahasa dan pengayaan karya ilmiah terbaik milik dosen PTAI untuk menjadi bagian dari pustaka Indonesian Corner nanti.

"Perguruan tinggi agama Islam harus mampu menjadi jendela Islam Indonesia. Artinya, jika ada orang luar ingin mempelajari Islam Indonesia, bisa dengan melihat kiprah dan riset di PTAI," imbuh Dede.

Tidak ada komentar: